Journey

Pembelajaran bisa didapat dimana saja, kapanpun, dan dari siapapun. Melalui percakapan ringan, nongkrong sampai pagi disertai segelas teh hangat dan potongan roti bakar, atau dari supir angkot yang kebetulan bercerita tentang hidupnya, dari catatan harian seorang kriminal sampai tentu saja mata kuliah formal yang sedang kuikuti.

Aku adalah orang yang tidak mempedulikan sumber ilmuku. Aku tidak peduli apakah yang menasehati dan berdiskusi denganku adalah orang miskin, berandalan, ateis, komunis, gay. Apapun latar belakang mereka, aku menganggap mereka setara, kalau bukan lebih, dengan orang-orang kaya, religius, rajin, yah pokoknya orang-orang ideal menurut standar normal masyarakat.

“The world is a book and those who do not travel read only one page – Saint Agustine”

Gunung, pantai, laguna, pedesaan, dan jalan raya. Mulai dari kebaikan orang-orang yang memberikan tempat menginap dan tumpangan, bertemu beragam teman perjalanan secara random, acap kali sebal dengan para penipu, dan tentu saja keindahan alam yang tiada taranya.

Banyak hal yang saya dapatkan sepanjang perjalanan, dan terkadang perjalanan itu sendiri terasa sebagai rumah yang menyenangkan. 🙂

Another me : http://mylittlecanvas.wordpress.com/

Advertisements