Catatan Perjalanan Rinjani, 4-8 July 2016-Part #1

1-copy

Finally!

Setelah gagal mencapai puncak Rinjani tahun 2012, akhirnya saya berkesempatan lagi untuk menginjakkan kaki di gunung tertinggi kedua Indonesia ini.

Pertualangan dimulai dua hari sebelum Idul Fitri. Berhubung sedang lebaran, harga porter naik 2 kali lipat di hari H, sehingga kami harus membayar 200,000 x (5+1) per orang. Harga yang wajar untuk high season, dan berhubung sebagian besar dari kami adalah buruh korporat yang tidak biasa olah raga lagi, kami pun akhirnya memilih untuk menggunakan jasa porter.

Senin, 4 July 2017

Berangkat! Hari sudah agak siang ketika kami mulai mendaki dari pos selamat datang Sembalum. Awan tebal menghiasi langit, beberapa tetes hujan mengiringi langkah kami menuju bukit-bukit penyesalan.

dsc04617-copy-copy

Pemandangan awal pendakian, bukit-bukit Sembalun yang terbentang luas

 

dsc04638-copy-copy

Nice views! Naik turun tanpa tahu kapan akhirnya, itulah di saat kita sedikit ‘menyesal’ sudah mendaki gunung ini 😉

Kurang lebih 4,5 jam berjalan, sampailah kami di pos 3 yang berbatu-batu. Disini sudah dibuka pelataran yang bisa digunakan untuk tempat camping. Berhubung waktu masih menunjukkan pukul 2.30 sore, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Pelawangan Sembalun.

dsc04653-copyMatahari mulai terbenam, sementara pelawangan Sembalun masih nun jauh disana. Jam 5 sore akhirnya kami membuka tenda di pos ‘3,5’, area kecil yang muat sekitar 3 tenda. Ternyata camping disini sangat menyenangkan. Pemandangan cantik mulai muncul seiring menghilangnya kabut, bahkan pemandangan jutaan bintang semakin malam semakin luar biasa! Kendala satu-satunya yaitu sumber air yang cukup jauh, untunglah bapak porter kami hafal dimana lokasi sumber air disana.

dsc04697-copy-copy

Saat kabut mulai menyingkir menyuguhkan pemandangan ini

dsc04709-copy-copy

Millions of stars! Can you see the Milky Way?

dsc04720-copy-copy

Bonus dapet jepretan keren pas nemenin Iwan sahur, amazing!

Pagi pun tak kalah kerennya. Semburat mentari yang berwarna keemasan membuat semuanya semakin indah, langit cerah tanpa awan sedikitpun, puncak Anjani pun terlihat jelas di depan mata.

dsc04813-copy-copydsc04825-copy-copy

dsc04872-copy-copy

The team : Anto-Hia-Iwan-Laura-Dapot-Bastian-Daniel

Selasa, 5 July 2017

Selesai sarapan, pk 7.30 kami melanjutkan perjalanan ke Pelawangan Sembalun. 2,5 jam kemudian, sampailah kami di pertigaan Sembalun. Walaupun ini kali kedua saya kemari, view hamparan awan dan danau sagara anakan tetap menakjubkan!

dsc04879-copy-copy

Edelweiss!

dsc04895-copy-copy

Love the blue sky in the morning

dsc04931-copy-copy

dsc04975-copy-copy

One of the best spot in Rinjani

dsc05007-copy

Segara Anakan! 😀

Bagaimana perjalanan ke puncak dan jalur turun via Torean? Akan saya sambung di part #2

Catatan pengeluaran :

Pengeluaran kelompok untuk 7 orang :
Belanja makanan untuk 5 hari : 850,000
Transport dari Mataram ke Sembalun (pick up) : 600,000
Pancing & rokok untuk porter : 200,000
Porter : 2 x 1,200,000 : 2,400,000
Biaya inap di basecamp : 150,000
Pick up dari basecamp ke gerbang Rinjani : 160,000
Makan siang hari I (nasi bungkus) : 100,000
Simaksi : 7 x 25,000/orang : 175,000
Pick up kembali ke Mataram/Bangsal : 600,000

Total : 5,235,000/7 = dibulatkan Rp 750,000/orang

N.b : Budget di atas untuk tipe mendaki yang lumayan santai dan agak makmur. Bila ingin  mendaki ala mahasiswa yang murah meriah, budget bisa dicut sampai hampir setengahnya 🙂

-Bersambung ke part 2

 

 

Advertisements