5 Alasan Kenapa Kamu Harus Mencoba Solo Traveling

Solo traveling? Why not?

Mungkin awalnya memang menakutkan dan membuat deg-degan. Pergi seorang diri ke tempat baru dengan lingkungan asing. Syukur-syukur pergi ke tempat yang orangnya bisa bahasa inggris. Kalau tidak, bahasa tarzanlah pilihan yang tertinggal.

Tapi tunggu dulu, pergi sendiri tidak ‘seseram’ itu kok. Malah banyak kelebihan lain yang membuatku sekarang memilih untuk pergi solo ketimbang ramai-ramai, terutama saat pergi keluar negri. Why?

1. Kamu akan dipaksa untuk berinteraksi.

Kalau pergi bersama teman, sudah tentu kita tidak mungkin saling nyuekin satu sama lain kan. Apalagi kalau ada gosip seru yang lagi happening. Kadang pemandangan indah atau kejadian unik depan mata lewat begitu saja.

Ketika kamu sendiri, indera ini entah mengapa jadi lebih peka. Mata akan menangkap apa yang ada di sekeliling sepuasnya, hidungmu akan menangkap bebauan samar yang khas dari setiap tempat, dan yang tak terelakkan : kau pun akan lebih menyadari kehadiran orang-orang asing di sekitarmu.

Bertukar kisah dengan teman-teman baru dari penjuru dunia jadi pengalaman yang menarik. Mendengar seorang turis Amerika yang menceritakan saat dia dirampok habis-habisan oleh teman yang mengajaknya ngobat di bar, jurnalis yang bersepeda melewati desingan peluru di perbatasan Myanmar, atau memperhatikan turis Jepang yang bercerita dengan bahasa inggris yang setengahnya tidak kumengerti, lengkap dengan gestur lucu yang menyenangkan.

Interaksi menjadi wajib, entah itu di kamar dorm yang sempit, atau dalam bus lokal yang panas. “Where are you come from?” Kalimat yang selalu sukses menjadi pembuka pembicaraan. Sejarah hidup dan daftar petualangan jadi pembicaraan seru sebelum nama terucap. Mengaminkan kata Shakespeare, ‘apalah arti sebuah nama?’

 

2. Selalu bisa memuaskan diri sendiri

Pernah nggak berselisih tujuan saat pergi bareng-bareng? Dia seneng shopping, dia suka wisata kuliner, sedangkan kamu suka menikmati alam. Sungguh sulit untuk menyenangkan semua orang.

Nah, saat pergi sendiri kau tidak usah merisaukan hal itu sama sekali. Ga ada rasa ga enakan. Bebas melangkah kemana pun kau mau, leluasa menghabiskan waktu berjam-jam di tempat yang kau suka, atau melewatkan apa yang tidak kau minati.

Apalagi tipe random seperti aku yang mengikuti kemana hati bertiup. Free!

???????????????????????????????


3. So far tempat-tempat yang kukunjungi adalah tempat yang aman dan respek pada perempuan

Kadang orang, terutama cewek, takut pergi sendiri karena merasa tidak aman.

Mirisnya, sejauh ini aku merasa lebih aman pergi sendiri ke negara lain ketimbang di dalam negeri. Hampir tidak ada cowok-cowok yang dengan alaynya menyuiti di tengah jalan, tidak bertemu dengan rampok yang main rampas barang, atau pengganggu jahil yang beroperasi di malam hari.

Wajar ketika ada yang tertarik saat kita jalan sendiri, tapi umumnya mereka gentle dalam memperlakukan wanita. Kita bilang tidak ya tidak, mereka tidak memaksa. Kitalah yang pandai-pandai menjaga diri (kadang susah bo kalau pas nemu yang ganteng, hahaha).
4. Lebih mudah menyusup ke lokasi wisata

Pergi dengan budget terbatas kadang membuat kita tidak maksimal menikmati tempat-tempat berbayar. Di banyak tempat, orang lokal bisa masuk bebas tanpa tiket. Nah, sendiri membuat kesempatan untuk berbaur dengan orang lokal lebih besar. Apalagi buat kamu yang berbadan mungil seperti saya, cukup mengerutkan diri di balik orang-orang berbadan besar, kamera disembunyikan di balik jaket, dan berjalanlah dengan polos. Tadaa! Gerbang masuk pun terlewati sudah. Lumayan men, misalnya seperti di Nepal bisa hemat $5-10 dolar/tempat!

Kebayang kan, kalau kita pergi segerombolan. Ribut ketawa-ketiwi, heboh selfie pula. Hmm.. anak kecil pun tahu siapa kita!

IMG_7291

Remember this? Always happen all the time, lol


5. Menemukan jodoh di belahan dunia lain

Ini bonus, tapi ga tahan untuk masukin poin ini! Cowok luar/bule lebih jujur mengutarakan perasaan, walau entah sejauh mana keseriusan mereka. Saat kau pergi sendirian, mereka merasa lebih nyaman untuk mengajak dinner/traveling bareng, dan deep conversation pun terjadi. Kalau cocok, bukan tak mungkin kalian akan menjadi lebih dari sekedar teman di akhir perjalanan, bukan?

Memang sulit LDR beda negara, beda suku dan kebudayaan. Tapi kalau memang dia jodohmu dan jarak bisa terkalahkan oleh cinta, kenapa tidak? LOL

Itulah 5 alasan mengapa saya begitu menikmati pergi sendiri. Eits, bukan berarti friendless atau ‘autis’ loh, sering juga saya pergi bareng-bareng mulai dari 5 sampai belasan atau puluhan orang. Semuanya memberikan warna berbeda, cerita berbeda, dan rasa yang berbeda pula.

Kalau kamu, mana yang lebih kau suka?

Advertisements