Bungan Jaya, Desa terhulu Sungai Kapuas

Trip kali ini termasuk perjalanan paling berkesan yang pernah gue lakuin. Pernah ga sih kalian ngebayangin hulunya Sungai Kapuas yang paling panjang se-Indonesia itu kaya gimana? Salah satu penempatan IM adalah Bungan Jaya, desa paling hulu di Sungai Kapuas. Jalan satu-satunya untuk mencapai tempat itu adalah melawan arus sungai berjeram-jeram selama 6-7 jam pake tempel 40 PK. Belum ada jalan darat dan sama sekali ga ada sinyal telpon disana. Intinya tempat yang super cocok buat kalian yang mau menyendiri, kabur dari penagih hutang, atau sembunyi dari pacar. #eh

Masalahnya, biaya untuk kesana bisa sampe 2 jutaan sekali jalan men! Lebih mahal dari tiket promo AA ke Hongkong dong! Walau bisa dibagi 2 atau 3 orang lumayan peer juga yah totalnya. Nah tiba-tiba temenku Furqan yang di Bungan ngabarin desanya dia bakal di-shoot NET TV,dan gue bisa ikut kesana gretongan alias gratis! Yeyeyey..! Apalagi asiknya kalau sama kru tv pasti bakal ditunjukin semua hal menarik di desa.

Hari yang ditunggu pun tiba. Cuaca agak mendung, was-was bakal hujan berangin sepanjang jalan. Setelah perbekalan dimuat di perahu, aku, Furqan (PM Bungan), Mas Sandi – Mbak Diah – Mas Maman (kru NET), Ikel dan Bapak Ikel (pengemudi tampel) langsung angkat menuju hulu. Perjalanan melawan arus membuat percikan air sesekali masuk membasahi. Kiri-kanan sungai dipenuhi hamparan pepohonan yang semakin lama semakin lebat. Terkadang burung elang, enggang, monyet dan biawak terlihat di tepian sungai. Yang seru sejam terakhir nih, seperti main arung jeram! Bebatuan besar dan arus sungau yang kuat menciptakan gelombang tinggi. Harus lihai mengemudi perahu kalau tidak ingin terbalik atau karam. Nyawa taruhannya cuy!

IMG_0761 copy

The Journey’s Begin

IMG_0798 copy

Whoops! Masuk ke daerah riam-riam nih

IMG_0805 copy

Splasshhh!!!

Selamat Datang di Desa Bungan Jaya. Tulisan di jembatan gantung yang menghubungkan dua dusun di Bungan. Mayoritas penghuni Bungan adalah suku Dayak Punan. Rumah-rumah disini sudah cukup modern, beberapa malah sudah memakai porselen. Namun budaya disini masih terjaga kuat, seperti kesenian tari dan pakaian manik-manik. Bahkan masih ada nenek bertelinga panjang dengan tubuh penuh tatto seperti adat mereka dulu.

Besoknya anak- anak disuruh pakai baju adat dan menari. Setiap anak punya baju adat masing-masing dari keluarganya. Cantik-cantik banget! Mana aslinya anak-anak Punan memang geulis jeung kasep kalau kata orang sunda mah. Jadi pedofil nih gue, masa deg-degan liat murid kelas 6? Haha. Walau anak-anak pedalaman memang tua, kelas 6 ada yang umurnya sudah 16-17 tahun. Tapi perkalian saja belum hafal. Hufftt…

IMG_0823 copy

IMG_0817 copy

IMG_0856 copy

Anak-anak yang menyebrang jembatan gantung untuk pergi ke sekolah

IMG_0838 copy

Ini dia SDN 17 Bungan Jaya

IMG_1090

Lenggak-lenggok tari ‘Tinggang’

IMG_1127 copy

Pia, salah seorang murid kelas 5

IMG_1132

Yak numpang narsis

IMG_1153Sorenya kami main ke sungai Bungan. Ada 2 aliran sungai yang melewati desa ini : Sungai Kapuas yang berwarna coklat dan Sungai Bungan yang hijau toska. Jomplang deh nasibnya, mungkin karena banyak yang nyedot emas di hulu Kapuas. Arus Bungan asikk!! Deras abis! Saking derasnya aku sama Maman nyaris jadi korban tenggelam. Ternyata ada pusaran air di beberapa bagian sungai. Thanks God gue masih diberi umur lebih.

Banyak kegiatan menarik selama 5 hari kami disana. Bermain niagara pakai tong, eksperimen di bendungan, api unggun plus pesta bubur kacang hijau, dan banyak lagi. Sayang kami tidak sempat ke riam delapan dan riam matahari yang tersohor itu. Oiya, dari Bungan juga ada jalur trekking tembus ke Kalteng loh, biasa bule-bule suka ambil paket ini. Coba gue dapet disini, kayanya bakal sering kabur jalan-jalan ;p Video Lentera episode Bungan Jaya bisa dilihat di www.youtube.com/watch?v=M-TEULeJMeE

IMG_1400 copy

Sungai Bungan

IMG_1204 copy

Disini nih TKP kejadian traumatis itu

Niagara Tong, salah satu permainan anak-anak disini

Niagara Tong, salah satu permainan anak-anak disini -Foto Mbak Dyah-

IMG_1414 copy

Alaminya hutan Hulu Kapuas

IMG_1484 copy

Furqan-aku-Bu Yanti

Furqan-aku-Bu Yanti

Advertisements