Teluk Aur, Harmoni Keindahan dan Keramahan part #1

Tanah Borneo ini sangat indah. Saban hari aku semakin mengamini itu. Awal Juli kemarin aku dan Furqan ikut Aya berkunjung ke desanya, Teluk Aur. Dari Putussibau kami naik sepit (speed?) melintasi sungai Kapuas. Sepit kami laju membelah air, sementara di kiri-kanan pemandangan cantik terbentang tak habis-habisnya. Sungai Kapuas yang lebar tampak seperti cermin raksasa yang memantulkan langit di atasnya, dipagari jejeran kebun karet dan hutan lebat.

IMG_2171 copy

-Terminal Air Putussibau-

-Cermin Raksasa Kapuas-

-Cermin Raksasa Kapuas-

Senja sudah hampir tiba saat kami sampai di Teluk Aur. Teluk Aur adalah kampung nelayan yang dihuni suku Melayu. Ada 2 suku utama di Kapuas Hulu ini : Suku Dayak dan Melayu. Perbedaan suku ini turut menentukan atau ditentukan agama mereka. Suku Dayak adalah nasrani, Melayu adalah muslim. Bila ada yang pindah agama otomatis dia pun dianggap berpindah suku. Aku memperhatikan kesibukan di lanting tempat kami mendarat. Lanting adalah susunan kayu yang mengambang di atas sungai. Berbagai aktivitas dilakukan oleh penduduk desa di sini. Ada anak yang sedang mandi, sementara di sebelahnya ibunya mencuci ikan. Ada yang mencuci baju di sebelah tempat buang air. Agak jorok memang, tapi begitulah kebiasaan mereka disini.

-Lanting, tempat semua yang berhubungan dengan air berlangsung-

-Lanting, tempat semua yang berhubungan dengan air berlangsung-

Rumah-rumah di desa ini hampir semuanya terbuat dari kayu, berbentuk rumah panggung dengan tiang setinggi kurang lebih 6-7 meter. Setiap rumah terhubung dengan jembatan kayu, begitu pula dengan jalan utama desa. Kata mereka, saat musim hujan air sungai bisa naik sampai 8 meter, menggenangi rumah mereka sebatas pinggang. Aku menginap tempat Uwa, hostfam Aya, sementara Furqan dan Gilles (bule Prancis yang kami temui di Putussibau) menginap di tempat Mak, hostfam Hilda PM sebelumnya. Satu hal yang langsung membuatku jatuh cinta pada tempat ini : penduduknya super ramah dan murah senyum. Perhatian mereka seketika membuatku merasa menemukan rumah baru.

Perkampungan Melayu yang terdiri dari gertak-gertak

Perkampungan Melayu yang terdiri dari rumah panggung dan gertak-gertak

IMG_2722 copy copy

IMG_2729 copy copy

Keesokan harinya Uwak mengajak kami menjelajahi hutan untuk mencari orangutan. Jalan setapaknya datar, sedikit berlumpur di beberapa tempat. Sayangnya kami tidak berhasil bertemu orangutan, hanya menemukan bekas sarangnya di atas pohon. Kata Uwak orangutan masih berdiam di dalam bukit sana, saat musim buah nanti tiba barulah mereka biasanya turun ke hutan dekat pemukiman warga. Di tengah jalan kami melewati sungai gambut. Ini pertama kalinya kami melihat aliran sungai semerah itu. Wiww! Dengan antusias kami terjun ke air yang dingin, bermain air dan berenang ke batang pohon di tengah.

Sorenya kami bersama anak-anak naik sampan menuju ‘pantai’. Yup, di beberapa tempat terdapat lahan pasir yang berbatasan dengan sungai Kapuas seperti pantai. Kami bermain bola, menyaksikan anak-anak menyanyikan lagu ‘kerupuk basah’ di tengah sungai, membuat menara pasir, serta bermain kejar-kejaran. Asyik sekali. Sepulangnya dari pantai  kejutan lain sudah menanti. Ada yang tahu Gapin? Kesenian khas Melayu yang menggabungkan seni musik dan tari. Orang-orang tua memainkan rebana, gambus, dll, sementara yang muda menarikan tarian 10 ketukan. Kunci kesenian ini adalah kelihaian para pemain musik, sayangnya hanya sedikit anak muda yang mempelajarinya. Bahkan sudah hilang satu suara, biola, karena si pemain meninggal tahun lalu. Aku dan Furqan belajar tarian, diiringi gelak tawa anak-anak yang geli melihat kaki kami saling terbelit. Oiya, acara ini rupanya diadakan untuk menyambut kami. Hampir satu kampung turun untuk menonton sekaligus berkenalan. Luar biasa.

IMG_2833 copy copy

IMG_4540

IMG_2907 copy

Bersenang-senang di tengah birunya Kapuas

Mule, boh!

“Mule, boh!”

Berpacu menuju desa sebelum matahari terbenam

Berpacu menuju desa sebelum matahari terbenam

Gapin, kesenian khas Melayu

Gapin, kesenian khas Melayu

-Juli 2013-

Advertisements