Catatan Perjalanan Dieng 9-11 Maret 2013

Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik aktif yang terletak di dekat Wonosobo, Jawa Tengah.Β Nama Dieng sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti ‘pegunungan tempat dewa dan dewi bersemayam.’

Hari libur kejepit Nyepi kemarin saya dan teman-teman manfaatkan untuk menikmati pemandangan Dieng yang cantik, lengkap dengan peninggalan candi-candi dan kawah aktifnya.

9 Maret 2013

Berangkat dari Terminal Cicaheum, naik bis malam menuju Wonosobo. Bus datang jam 4an sore, beli tiket on the spot. Perjalanan memakan waktu 9-10 jam.

10 Maret 2013

Nyampe jam 3 subuh di alun-alun Wonosobo. Setengah sadar lagi nyenyak tiba-tiba dibangunin dan didorong turun dari bus beserta kerir2nya. Khas bus Indonesia banget selalu terburu-buru, haha. Aku, Iklas, Ines, dan Bintang lalu nongkrong di warung menunggu teman-teman dari Jakarta. Jam setengah 6 rombongan sisanya tiba, dan naiklah kami ke mikrolet menuju pertigaan Bu Djono (ancang-ancang kalau mau ke Dieng). Kami menginap di losmen Lestari, karena disini sekamar boleh diisi empat orang (gamau rugi). Ibu-bapak yang punyanya baik, tempatnya bersih, ada air panas dan bisa memesan makanan. Pokoknya recommended deh! πŸ™‚

Jam 9 kami berangkat menuju kawasan Dieng 1. Jadi Dieng ini terbagi 2 jalur, utara dan selatan. Biasa hari pertama orang mengitari daerah selatan dulu, baru lanjut ke utara keesokan harinya. Pertama-tama kami mengambil rute ke kompleks Candi Arjuna. Terlihat beberapa runtuhan dan candi yang masih utuh. Seperti layaknya candi Hindu, bentuk candi disini kurus tinggi dan ada beberapa buah di setiap kompleksnya.

IMG_1739

IMG_1792

Candi Arjuna

Disini ada beberapa tempat lain yang dikunjungi seperti Candi Gatotkaca dan Museum Kalasan. Dari kompleks Arjuna kami lanjut jalan 2,5 km ke Kawah Sikidang. Kawahnya keren! Blubub-blubub dan mengeluarkan banyak asap.

IMG_1882

Sepanjang perjalanan banyak pemandangan oke, desa dan terasering yang tertata rapi

IMG_1913

IMG_2085

Kawah Sikidang, hati-hati jangan terlalu dekat!

IMG_2008

Selesai melihat-lihat kawah kami makan siang dulu mengisi perut yang kelaparan. Di depan kawasan kawah banyak warung yang menjual makanan. Kami memilih mi Ongklok dan Purwaceng (minuman campuran jahe, gingseng dan entah rempah2 apalagi) yang katanya khas daerah sini. Rasanya ternyata biasa banget. Sedikit kecewa, mienya seperti mi ayam hambar plus sedikit saus kacang. Minumannya lebih ngga lagi, encer dan rempahnya cuma kerasa serbuk-serbuk kasar. Salah milih tempat makan kayanya, soalnya rata-rata orang pada bilang enak.

IMG_2106

purwaceng dan mi ongklok

Beres makan lanjut ke Telaga Warna (Candi Bima sedang dipugar dan tidak dapat dimasuki). Musim hujan memang bikin gambling untuk wisata alam. Hujan dan kabut turun membuat suasana kelabu. Kayanya rombongan dalam hati sudah ngomel2; “Mana telaga biru kehijauannyaa??”Β Disini juga ada beberapa gua dan Telaga Pengilon. Dari sini kami balik ke losmen, makan ngobrol ngalor ngidul dan main kartu sampai tengah malam.

IMG_2122

Telaga Warna kelabu

IMG_2223

Kerenan Telaga Pengilon (Mirror Lake) di sebelahnya. Pantulannya mantap!

11 Maret 2013

Bangun jam 3 pagi, trekking ke bukit Sikunir untuk melihat sunrise. Bisa sewa ojek/mobil tapi lumayan, soalnya harga dini hari buta (tur sunrise sekitar 50rb/orang). Jalanan sangat berkabut dan gelap, jangan lupa bawa senter bagi yang ingin jalan. Untuk sampai ke Sikunir bakal melewati Desa Sembungan, desa tertinggi di Jawa. Foto lebih lengkap bisa lihat disini.

IMG_2371

Sunrisenya cantikk… banget..

IMG_2540

Menjelang siang turun hujan lebat dan kabut tebal. Tapi kami dapat hadiah pelangi :))

Balik losmen, dan malas melanjutkan ke kawasan dua karena kata bapak losmen pemandangannya biasa aja. Jauh pula dan budget tinggal dikit karena kebanyakan jajan. Akhirnya giliran mandi, balik ke Wonosobo, city tur singkat terminal-rumah sakit-minimart, dan pulang Bandung!! πŸ˜€ Note : transport pp Wonosobo-Dieng ada hanya dari jam 5 pagi sampe 2 siang. Jangan telat balik yaa.. Bus malam Wonosobo-Bandung ada 2 kali, jam 6 dan jam 7.

IMG_2560

Dika-Ivan-Bila-Keket-Iklas-Laura-Bintang-Ines. See ya next trip guys!

Rincian biaya :

– Bus Budiman AC Bandung-Wonosobo (include makan sekali) : Rp 70.000,-

– Mikrolet Wonosobo-Dieng : Rp 8.000,-

– Tiket Candi Arjuna + Kawah Sikidang : Rp 10.000,-

– Tiket Museum Kalasan : Rp 5.000,-

– Tiket Telaga Warna : Rp 6.000,-

– Mi Ongklok : Rp 8.000,-

– Purwaceng : Rp 10.000,-

– Penginapan (Lestari) : Rp 100.000,-/malam dibagi 4

– Sewa mobil Sikunir-pertigaan Bu Djono : Rp 80.000,-/dibagi 8 orang

– Mikrolet Dieng-Wonosobo : Rp 6.000,-

– Angkot Wonosobo-terminal bus : Rp 2.000,-

– Bus Wonosobo-Bandung : Rp 70.000,-

Advertisements