Singapore Art Stage 2013

Akhirnya,, setelah 2 tahun lalu hoax tahun ini saya, Maria, dan Wendy jadi juga mengunjungi event ini, walaupun dalam hari yang berbeda. Saya pergi dengan Eja, adik saya, dan Haris, teman saya yang kerja di SG. Sampai tanggal 26 Januari malam, saya dan Eja dijemput Haris di bandara lalu pergi ke tempatnya di daerah Geylang. Ternyata Geylang adalah red districtnya SG, sepanjang hari banyak cewek-cewek berpayung yang aktif menggaet para lelaki yang melewati mereka. Di sepanjang jalan pun banyak terdapat motel jam-jaman yang you-know-lah digunakan untuk apa, heheu.

IMG_0011

Pas pergi pemandangan di luar pesawat keren deh! Jadi inget film Life of Pi yang antara langit dan laut tidak ada batasan ๐Ÿ™‚

Esok paginya kami berangkat jam 10, naik bus menuju stasiun Lavender , lanjut menggunakan MRT menuju Bayfront. Walaupun Art Stage dilangsungkan di Marina Bay Sands, sebenarnya tempat ini lebih dekat dengan stasiun Bayfront, bukan Marina Bay.

Harga tiket masuk adalah S$11 untuk pelajar dan S$33 untuk umum. Tipu-tipu dikit bisalah 1 KTM untuk beberapa orang, soalnya ternyata ga dicek2 amat ;p.

IMG_0057

Beberapa karya-karya dalam Art Stage. Berhubung karyanya banyak banget (sedikitnya 600 seniman dari 23 negara), ga sempat untuk mencatat nama seniman, apalagi merenung mendalami konsepnya. Agak sayang sih, tapi apa daya karena waktu yang terbatas.

IMG_0101

IMG_0147

Suka yang ini!

IMG_0157

Entang Wiharso

IMG_0210

IMG_0151

Seperti lukisan cina lama, tapi ternyata pas dideketin terbuat dari jutaan jarum besi O.o

IMG_0237

Di Art Stage kali ini ada ruang khusus seniman-seniman Indonesia, Indonesia Pavillion. Katanya sedikit banyak itu karena Indonesia menempati penjualan pertama pada Art Stage yang lalu. Gaya juga ๐Ÿ˜‰

IMG_0424

Heri Dono

IMG_0386

Haris-Pak Tisna-Zico-saya. Asik karyanya pak Tisna, tentang lingkungan, lumpur Lapindo, kotak kabah, dan life-painting yang terus menerus dilabur lumpur dan ditimpa lagi selama pameran

IMG_0404

Banyak juga karya new-media seperti ini

IMG_0324

Hyper-realism statue. Cool!

IMG_0352

IMG_0470

It’s a longgg… vespa

Overall karya-karyanya cukup menarik, dan membuat saya semangat untuk berkarya lagi! Walau sedikit kecewa tidak ada karya2 seperti karya Gottfried Helnwein, seniman favorit saya yang 2 tahun lalu ada karyanya di art stage, hehe. Dan berhubung namanya art stage, sebagian besar karya memang karya-karya yang punya nilai jual pasar, bahkan beberapa galeri buka-bukaan memasang harga di caption karya. Harga yang kadang membuat mata terbelalak saking tingginya.

Just example ;p

Just example ;p

Look, it’s my misery that I have to paint this kind of painting, it’s your misery that you have to love it, and the price of the misery is thirteen hundred and fifty dollars. – Mark Rothko.

 

Budget dari Bandung sampe pameran :

-Primajasa Bandung-bandara Soekarno Hatta : Rp 75.000,-

-Tiket Jakarta-Singapore (Lyon) : Rp 360.000,-

-Airport Tax : Rp 150.000,-

-MRT Changi-Kallang : S$ 1.90

-Bus Kallang-Geylang : S$ 1.20

-Bus Geylang-Lavender : S$ 1.20

-MRT Lavender-Bayfront : S$ 1.70

-Tiket masuk Art Stage : S$ 11.0

-Makan : S$ 3.0 – 5.0

(S$1 kira-kira = Rp 8.000,-)

Advertisements