Painting the Elephant~

Sebagai anak lukis, inilah gawean yang paling menyenangkan sampai saat ini. Makasih buat Dian yang sudah mengajak saya ikut project ini. 😀

Sewaktu diajak untuk melukis gajah ke Way Kambas, Lampung, saya mau-mau saja dengan modal nekat (pastinya melukis gajah tidak ada dalam kurikulum wajib maupun pilihan). Setelah ke kebun binatang di sebelah untuk survey, bolak-balik minta ijin mencoba mencoret kulit gajah, keliling bandung mencari cat yang persediaannya sedikit, akhirnya tanggal 8 Juli saya, Rheza, Restu, dan Rendy berangkat ke Lampung.

Project ini sebenarnya adalah sesi foto oleh fotografer Nicoline Patricia atau NPM, salah satu fotografer Indonesia favorit saya. Kebayang kan betapa senangnya dapat dobel gratis jalan-jalan plus bisa melihat sesi foto secara langsung!

Senin malam kami sampai di Bandara Radi Inten, Lampung. Selesai makan malam bersama kami dibawa ke Marco Polo Hotel. Nasib banget deh ini, biasa tidur di tenda/motel, sekalinya dapet hotel bagus cuma bisa dipake tidur 6 jam sebelum bekerja besok, hiks..

Keesokan harinya kami berangkat ke Way Kambas jam 5 pagi. Setelah perjalanan dengan mobil selama 2 jam, sampailah kami di tujuan. Way Kambas sebagian besar terdiri atas sabana dan rawa-rawa, disini terdapat penangkaran gajah dan juga badak. Pertama buka mobil langsung tercium bau agak menyengat. Bau yang asing karena saya belum pernah mencium bau gajah sebelumnya, dan butuh waktu sampai saya bisa menyesuaikan diri dengan itu. Tapi, disana saya baru menyadari ternyata gajah itu lucu banget ya!! Apalagi anak gajahnya!! ❤

Menurut rundown, seharusnya kami mulai mengecat gajah jam 6 pagi. Tapi si pelatih gajah yang disewa tak kunjung datang. Jadi disini setiap pelatih bertanggung jawab atas 2 ekor gajah, dan gajah-gajah itu terlihat mengenali yang mana pelatih mereka. So sweet..

Jam setengah 8, barulah gajah-gajah yang sudah dipesan muncul. Dan inilah dia… Meli dan Johny!! Meli si gajah besar, dan Johny si kecil. Mereka berdua tampak sangat kegelian saat dicat, terus bergerak-gerak menghindari sentuhan lima kuas kecil yang menggerayangi seluruh tubuhnya (iya sih kebayang juga kalau saya yang jadi dia, getek banget pasti XP)

Meli

Johny dan Dian

Sumpah telinga sama ekor mereka goyang2 terus bikin cemong-cemong

Kurang lebih 4 jam kemudian, selesailah urusan cat mengecat ini, dan jeng jeng!! I am proudly present,, painted Johny and Meli…! Agak acak adut sih, tapi ya sudahlah ya, gajah juga makhluk hidup, punya belalai punya telinga yang bergerak, hehe #pembenaran.

Malah jadi objek foto bareng orang-orang

The team : Restu-Rendy-Eja-Laura

Setelah beres, si ganteng dan si cantik pun dibawa untuk sesi foto. Memang beda ya professional, di tengah padang rumput pun peralatannya gaul sekali. Keren! Tim mereka selain NPM ada para asisten lighting; Rere, Marvin, sang model, dan beberapa orang lain yang saya tidak ingat siapa namanya. Really fun and happy project that day! 😀

Advertisements