Pulau Sempu, Laguna Eksotis yang Memukau

Pernah nonton The Beach-nya Leonardo diCaprio? Sebuah film dengan setting perairan sepi yang sangat indah. Adegan film itu langsung melintas di kepala saat saya mencapai laguna Pulau Sempu, pulau mungil di sebelah selatan Malang bulan Januari lalu.

Geng kali ini : Nyoman-Putri-Philip-Laura-Iklas

Perjalanan dari Gunung Merapi (lokasi kami sebelumnya) ke Sempu cukup menyita waktu, dari Jogja naik bus ke Surabaya lalu ke Malang, naik bus ke Turen, lanjut menggunakan angkot sampai Sendang Biru. Total perjalanan kurang lebih sekitar 20 jam akibat terjebak banjir di beberapa tempat. Setelah menginap semalam, keesokan harinya kami menyebrang menggunakan perahu nelayan. Pulau Sempu merupakan cagar alam yang masih terbilang murni, tidak ada sumber air bersih dan makanan, semua harus dibawa sendiri dari awal.

Pantai Sendang Biru

Untuk mencapai laguna, kami harus hiking melintasi perbukitan. Berhubung sedang musim hujan, tanah menjadi berlumpur dan menyulitkan untuk berjalan. Di beberapa titik kedalaman lumpur mencapai paha kami! Alhasil kami membutuhkan waktu sesiangan penuh berjibaku melewati lumpur dan bebatuan. Saran saya lebih baik datang kesini saat musim panas, trek mudah dilalui dan cuaca pun cerah.

Philip, si pimpro, entah kenapa dalam perjalanan ini apes sekali. Mulai dari kehilangan sepatu gunung, kantong trangia, handuk, sampai sendal rusak. Dia pun harus nyeker melewati rintangan ini. Semangat kaka! Perjuangan masih panjang, fufufu.

Namun sesampainya di tujuan… WUIHH,, KEREN BANGET!

Airnya jernih berwarna biru kehijauan, dikelilingi oleh bukit batu membentuk laguna yang tenang. Di ujung tampak ombak Samudra Hindia sesekali menyerbu masuk melalui lubang di tengah karang. Kami pun langsung melepas carrier dan berlari ke air yang mengundang. Awalnya sih cuma ingin mencuci lumpur, eh tapi kok lama-lama semua jadi basah sampai kepala gini ya?

Airnya jernih banget ga nahan!!

Di bawah perairan terdapat karang yang kedalamannya rata sampai ke bukit batu sebrang. Kami pun bisa berjalan membelah air sampai di tengah laguna. Wiw, berasa keren banget pokoknya! Selesai berenang-renang (ga dink, si Iklas ga bisa berenang, berendam doang dia), kami baru beres-beres dan mendirikan tenda. Walaupun ga mandi, anehnya badan tidak terasa lengket sama sekali. Baru saja selesai membangun tenda, ada mas-mas lewat. Dia sudah 2 hari disini, dan kata dia kemarin sempat lewat harimau di tempat kita mendirikan tenda! Astagah! Tapi apa daya mager banget, jadi saya berdoa saja semoga malam ini aman sentosa dan si harimau sedang kenyang.

Di salah satu sisi, kita bisa menaiki bukit yang di baliknya terdapat samudra lepas. Dan lucky! Kami mendapat pelangi senja yang sangat cantik!! Sunset disini juga luar biasa, langit dipenuhi awan jingga dan merah muda, serasa langit di background film2 Disney deh!

Rainbow!~

Malam hari kami lalui dengan canda tawa dan kebodohan. Kembang api, bely’s, marshmallow, heineken dan kapal api. Keesokan harinya dengan berat hati kami berangkat pulang. Sebenarnya ingin sekali memperpanjang semalam lagi disini, tapi kami tidak membawa persediaan air bersih berlebih. Perjalanan Sempu kali ini ditutup dengan nasi goreng tuna yang luar biasa sedap. Setelah hari-hari di Merapi dan Sempu yang dipenuhi kegagalan memasak nasi, siang ini akhirnya nasi matang sempurna 🙂

Nyummm~

Our lovely tend

P.s : di kereta pulang saudara Philip kembali kehilangan handphone! Ckck, sabar ya masbro..

Advertisements