Kantong tipis bukan alasan untuk tidak berpergian

Hemat dan pelit itu katanya beda tipis.

Ya,, mungkin saja benar. Tapi bagi saya yang terpenting adalah tahu harga. Yup, banyak teman yang mengambil jalur sama akhirnya mengeluarkan budget 50% atau bahkan 100% lebih banyak karena tidak tahu pasaran seharusnya. Contohnya saja, kemarin saya mengeluarkan Rp 40.000,- untuk naik bus dari Padang Bai ke Kuta, sedangkan teman saya yang pergi seminggu sebelumnya mau saja membayar 60.000 dari Ubung ke Padang Bai. Walau terlihat sedikit, keseluruhan perjalanan bisa memberikan perbedaan besar lho. Membawa peta juga membantu untuk memperkirakan jarak tempuh.

Trik berikutnya adalah menawar. Kalau budget tipis, tega menawar adalah keharusan bagi saya. Toh penjual tidak akan melepas dagangan kalau dia belum untung, haha. Seperti biasa, barang bawaan dan logat pasti membuat kita seperti turis, dan hal yang wajar kalau penjual lokal menaikkan harga sampai beberapa kali lipat untuk meraih untung. Tinggal pintar-pintar kita saja untuk menawar sebanyak mungkin. Taktik pura-pura pergi juga sering jitu untuk membuat si penjual menekan sampai ke harga normal. Misalnya kemarin saya sukses mendapatkan tenun sasak dengan harga 30% lebih murah dari yang dibayar teman saya, salah satu kunci adalah menikmati proses menawar dan buatlah si penjual merasa dekat dengan anda 😀

Advertisements